Sabtu, 02 November 2013

Aksara pujangga



MALAM
Malam adalah warna
Malam adalah gelalp
Malam adalah sirna
Malam adalah lelap
Tapi.. .. ..
Malam adalah aksara
Malam adalah mushaf
Malam adalah nyawa
Malam adalah lelap
Malam adalah warna hitam kepedihan lukisan masa-masa dan mimpi-mimpi yang terlupa
Malam adalah gelap gulita jiwa maha karya ketidak berdayaan meratapi luka
Malam adalah sirna pameran kekosongan yang terpajang di sepanjang tatapan tajam mata jumawa
Malam adalah lelapnya kesendirian dalam kesepian dan kekalahan selimut legam dan persembunyian para pecundang yang di mabuk lara
Tapi.. .. ..
Malam adalah aksara pemimpi yang di tulis mata-mata berkaca di wajah langit kelabu
Malam adalah mushaf kenangan kisah romantika kekalahan masa kini dan masa lalu
Malam adalah nyawa kesatria yang akan terus hidup gagah menjadi aroma manis hingga meruncingnya ujung waktu
Malam adalah lelapnya nafas terakhir dalam pemakaman makna-makna  dan lagu rindu.



HIJAU

Hijau adalah kecerahan
Hijau adalah kesejukan
Hijau adalah kedamaian
Hijau adalah ketenangan

Hijau adalah kecerahan alam tatkala mata memandang
Hijau adalah kesejukan sepoi angin dan udara pegunungan
Hijau adalah kedamaian jiwa serta lambai hangat rumput dan dedaunan
Hijau adalah ketenangan panorama dan sapaan ramah di tanah kelahiran

Hijau adalah kecerahan masa lalu terbingkai dalam potret kenangan
Hijau adalah kesejukan gedung-gedung perkasa yang menjulang di bawah kesombongan
Hijau adalah kedamain yang di gadaikan petinggi negriku pada tahta dan kekuasaan
Hijau adalah ketenangan dan kebanggaan  terakhir  pemukiman

Karena hijau di dalam hati ku tangguhkan
Meski remuk tubuhku terinjak kaki gedung dan elit  perumahan
Tetaplah hijau senyum sederhanaku untuk tanah kelahiran
Sampai esok ditempat inipun tulangku di tancapkan
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar